Sepi di Seattle

Aku tak pernah bermimpi
Sepi sendiri seperti ini
Di sebuah negeri yang orang ingin cari
Di Seattle yang dingin
Bagai penuh misteri

Aku tak pernah bermimpi
Tidur di kamar ini sendiri
Sebuah rumah tua yang sepi
Punya nenek yang suka cerita
Dan murah senyum ala Amerika

Aku merasa sepi dan sendiri
Di rumah ini
Dan juga di Rumah Sakit yang rapi
Walau Paulsen beri aku semangat tinggi

Aku merasa sepi
Di negeri harapan ini
Tapi aku mesti tetap di sini
Karena aku memang sedang mencari

Seattle, 1983

Gerimis salju
 
Guguran bunga salju
Yang melambai bagai kapas putih
Dan jatuh satu satu di mantelku
Dalam perjalanan pulang sore hari
Adalah sebuah keindahan
Yang membangunkan berbagai imajinasi
Di negeri yang jauh ini

Guguran salju yang jatuh perlahan
Dan menyentuh dingin bibirku
Adalah sebuah perjalanan hidup
Yang membangkitkan harapan
Di negeri yang menjanjikan ini

Guguran salju yang turun perlahan
Dan menggumpal putih di trotoar
Adalah jejak langkahku
Bagi sebuah harapan baru
Untuk berbuat sesuatu

Belaian lembut salju yang putih
Mengantar cepat langkahku
Ke apartemen di sudut jalan itu

Seattle, 1983


SUARA YANG DIAM

Sudah lama dada kami terasa sesak
Karena udara negeri ini
Sudah lama dikotori
Oleh napas-napas kemunafikan
Para penguasa itu
Yang katanya berjuang demi anak negeri
Padahal demi anak cucu sendiri

Sudah lama hati kami terasa pedih
Karena rakyat bergetar ketakutan
Harus menyerahkan tanah miliknya
Di bawah tekanan penguasa
Yang katanya berjuang demi pembangunan bangsa
Padahal demi keuntungan keluarga

Sudah lama lidah kami terasa kelu
Tak mampu lagi merangkai kata-kata
Karena begitu penuh siksa
Tangan-tangan kotor penguasa
Membungkam paksa mulut kami

Sudah lama kami menanti
Arti merdeka yang sejati
Di negeri ini
Yang punya kami
Bukan punya mereka

Sudah lama kami menanti
Arus reformasi ini
Tapi sayang sekali
Mereka tak juga mau mengerti
Maka bukan salah kami
Kalau segalanya jadi begini

Universitas Udayana, 1998

RINDU DALAM SEPI

Aku gundah sekali
Dan sepi di kamar ini
Sedang di luar
Gerimis tak juga berhenti

Aku rindu sekali
Dan sendiri di sini
Sedang di luar
Malam bagai tak peduli

Aku rindu sekali
Dan letih
Sedang di sana
Dia bagai tak mengerti

 

Sanur, 1999


Suatu sore di sungai Seine

Pada sebuah kapal di atas sungai Seine
Yang perlahan melintasi gedung anggun
Aku cuma bisa kagumi
Peradaban agung bangsa Perancis

Di atas sungai Seine yang bening dan tenang
Aku merasakan romantisme Paris
Yang sangat mempesona
Bagai aroma berjuta bunga

Pada suatu sore yang sejuk
Di atas sungai Seine
Aku cuma mampu berkata
”Ini bukan semata urusan sungai
Yang tidak dijadikan pembuangan sampah
Tapi ekspresi budaya sebuah bangsa
Yang menjaga alamnya jadi punya nilai”

Di atas sungai Seine yang tenang
Dan usapan semilir angin
Di hatiku ada senandung cinta
Sementara di sudut kapal
Sepasang kekasih mesra berpelukan 
 
Paris, 2000

 
 
http://www.wimpie-pangkahila.com © 2007
Home | Profile | Articles | Activities | Clinic | Books | Media Clipping | Poetry | Communication | Picture Gallery
design - maintenance : astinproduction